Postingan

Assalamualaikum mekah

  Assalamualaikum mekah Salam hormatku dari rumah Bagaimana hati tak susah Kota suci sedikit memerah Assalamualaikum solat idh Salam dari tutut yang terlilit Sari kain yang menutup kulit Tak nampak senyum yang mengintip Assalamyalaikum domba domba Dari sekian kau nampak paling bahagia Pisau yang mengantarmu menuju surga Tanpa perlu merasa derita prasangka Assalamualaikum malam takbir Salam bormatku dari balik satir Talbiyah terus terucap di bibir Berharap pandemi segera berakhir

SANG BENALU

  SANG BENALU sang benalu masuk dengan lembut Menyebar seiring jantung berdenyut Nafas tersegal, sesak akut Kamu berhasil buat kami takut Sang benalu semakin berulah Ayah tak bisa mencari nafkah Ibu mengais harapan dari celengan pecah Kamu berhasil buat kami kalah Sang benalu meniup galau Jamaah tak lagi ke surau Gereja tak lagi berdendang merdu Kamu buat dunia kami sendu Namun kami yakin dalam hati Malam akan berganti pagi Badai pasti berhenti Pandemi akan berhenti Diam di rumah dan hidup sehat Jaga kebersihan agar imun kuat Berdoa pada Sang Penyelamat Semoga benalu segera tamat

perebutan antara emak dan senja

Aku, emak, dan senja Pernakah kau meminta senja pada ibu yang tengah menyusuimu ?,lantas ia terhuyung huyung menggembol keinginanmu dan mengisak pada tuhan. Bapakmu yang setengah membawa botol menampar kesialan kami, hidup kami begitu sempurna bila di tengok dalam sedikit aspek. Ibu sedang berwasiat: “ingat nak, meski bulat dan perputar, kita takkan pernah merasakannya karena kelabuh besar, jadi merunduklah agar kau tak mabuk darat”. Dia tertegun pasrah Karena senja tak pernah membiarkanku runduk. Ia terlalu indah mak, Esoknya aku berpamitan untuk mengejar senja, bapak menggulung masa bersama dan mengguyurnya dengan ciu . “lebih baik mabuk kenangn dari pada menangisimu nak”. Ibu tetap menjadi badai, menghancurkan hati yang berkembang hendak melayar. Ibu menjadi ombak, dan aku berenang di sela selanya, kembali ku rasakan hangat di susui. Aku di biarkan pergi, setelah ku berjanji akan membangunkan rumah kecil dengan senja senja kecil agar bisa selalu di timangnya kembali...

ini cuma ngomong

 bismillah, niat nulis lillahitaala

PENGADUAN

 Ibu, anakmu disiksa otaknya di peras untuk minuman raja jantungnya di gondol kelita entah kemana mata - mataku nanar ditusuk pena jingga roda alam sombong menggilas jiwa kaki pantopel di hentak - hentaksembarang di raga darah keluar: dari marah, dari sepi, dari rindu, dari waktu ibu, jika kau pergi aku akan menyelip di belahan susumu agar setan itu tak mengikuti dan aku menjadi lebihmenemukan hangatmu, ibu.